PLN Batam Janjikan Kompensasi Blackout untuk 411.219 Pelanggan Terdampak

Rahmat Ghafur

BatamNesia – PT PLN Batam menjanjikan kompensasi bagi pelanggan yang terdampak pemadaman listrik massal atau blackout di Batam pada Senin hingga Selasa, 12–13 Oktober 2026. Kompensasi diberikan sebagai bentuk pemenuhan hak pelanggan atas mutu pelayanan tenaga listrik.

Manager Komunikasi PLN Batam, Yoga Perdana, membenarkan bahwa pelanggan yang terdampak pemadaman tersebut akan mendapatkan kompensasi sesuai ketentuan yang berlaku.

“Betul, sesuai dengan ketentuan di Pergub,” ujar Yoga, Selasa, 13 Oktober 2026.

Kompensasi itu diberikan apabila gangguan pasokan listrik melampaui standar Tingkat Mutu Pelayanan (TMP) atau Service Level Agreement (SLA) yang berlaku.

Berdasarkan Peraturan Gubernur Kepulauan Riau Nomor 22 Tahun 2017, pelanggan reguler berhak mendapatkan kompensasi sebesar 10 persen dari biaya beban bulanan.

Sementara itu, pelanggan yang menggunakan layanan keandalan memperoleh kompensasi sebesar 15 hingga 25 persen dari Rupiah Pemakaian Tenaga Listrik (RPTL). Besarannya disesuaikan dengan jenis layanan keandalan yang diperjanjikan.

PLN Batam menyatakan kompensasi tersebut akan diberikan secara otomatis melalui tagihan listrik berikutnya. Dengan demikian, pelanggan tidak perlu mengajukan klaim secara mandiri.

PLN Batam Pulihkan Pasokan Listrik

Di sisi lain, PLN Batam melaporkan bahwa pasokan listrik kepada pelanggan terdampak di Kota Batam telah dipulihkan. Seluruh gardu induk dan jaringan transmisi yang terdampak disebut telah dinormalkan, disusul pemulihan jaringan distribusi hingga listrik kembali menyala di pelanggan.

Proses pemulihan dilakukan secara bertahap, mulai dari pemeriksaan dan penormalan pembangkit, sinkronisasi unit, hingga pemulihan jaringan transmisi dan distribusi.

PLN Batam menyatakan seluruh tahapan tersebut dilaksanakan dengan mengutamakan keselamatan, kestabilan, dan keandalan sistem kelistrikan.

Berdasarkan data PLN Batam, sebanyak 411.219 pelanggan terdampak blackout. Sebagian pelanggan kembali menikmati pasokan listrik pada Senin malam, sedangkan pelanggan lainnya baru mendapatkan aliran listrik pada Selasa.

Gangguan tersebut juga berdampak pada beban kelistrikan sebesar 578,2 megawatt (MW). Dari total beban terdampak, sebanyak 233,2 MW dilaporkan telah kembali menyala, sementara 345 MW masih padam dalam laporan yang disampaikan PLN Batam.

Sejumlah Gardu Induk dan Jaringan Transmisi Terdampak

Gangguan kelistrikan tersebut turut berdampak pada 15 gardu induk. Sebanyak 11 gardu induk telah kembali beroperasi, sedangkan empat lainnya masih mengalami gangguan. Persentase pemulihan gardu induk tercatat mencapai 73,3 persen.

Pada sisi transmisi, sebanyak 18 unit dilaporkan terdampak. Dari jumlah tersebut, 12 unit telah pulih, sementara enam lainnya masih padam. Persentase pemulihan transmisi tercatat sebesar 66,7 persen.

Meski PLN Batam menjanjikan kompensasi bagi pelanggan terdampak, besaran yang diterima setiap pelanggan akan mengikuti kategori layanan dan ketentuan Tingkat Mutu Pelayanan yang berlaku. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *