BatamNesia – Dewan Pengurus Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa Kepulauan Riau (DPW PKB Kepri) mengirimkan dua utusan untuk mengikuti Digital Media Academy yang digelar di Kantor DPP PKB, Jalan Raden Saleh Nomor 9, Jakarta Pusat, Jumat (16/10/2026).
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Ketua Umum PKB, Abdul Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Gus Muhaimin. Digital Media Academy diikuti tim Media Center dari 38 DPW PKB se-Indonesia.
DPW PKB Kepri mengutus dua orang yang selama ini aktif dalam pengelolaan media dan pembuatan konten digital. Keikutsertaan mereka diharapkan dapat meningkatkan kapasitas komunikasi digital serta memperluas penyebaran informasi mengenai kegiatan dan kinerja partai melalui berbagai platform media sosial.
Dalam sambutannya, Gus Muhaimin menekankan pentingnya media digital dalam perjuangan politik di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi. Menurutnya, media sosial telah menjadi ruang persaingan gagasan yang berlangsung cepat dan turut memengaruhi persepsi masyarakat.

“Jangan menganggap kalian hanya pasukan tempur di media. Kalian adalah pasukan politik, karena medan pertempuran sekarang bukan lagi hanya di darat, tetapi juga di udara, di dunia maya,” tegas Gus Muhaimin.
Ia mengingatkan, dinamika politik di ruang digital berlangsung sangat cepat. Dalam hitungan menit, bahkan detik, informasi dapat menyebar luas dan membentuk persepsi publik terhadap berbagai persoalan.
“Pertempuran politik sekarang berlangsung setiap saat. Karena itu, kita harus memahami perubahan zaman. Dunia digital sudah menjadi bagian penting dari kehidupan politik kita,” ujarnya.
Gus Muhaimin mengatakan, perkembangan teknologi harus disikapi dengan kreativitas tanpa meninggalkan substansi perjuangan politik. Menurutnya, media digital bukan semata-mata sarana untuk meraih popularitas, melainkan juga ruang untuk menyampaikan gagasan dan memperjuangkan kepentingan rakyat.

“Kalau intensitasnya banyak dan kualitasnya bagus, akan lebih mudah menjadi viral. Tetapi kualitas itu bukan hanya soal video, melainkan juga isi, pesan, kreativitas, dan kecerdasan dalam mengemas informasi,” katanya.
Ia juga mengajak peserta belajar dari sejarah perjuangan PKB yang sejak awal berdiri telah menggunakan berbagai saluran komunikasi, mulai dari televisi, surat kabar, buletin, hingga selebaran.
“Pola komunikasi terus berubah. Dulu kita menggunakan media cetak dan televisi, sekarang masyarakat banyak mengakses informasi melalui platform digital. Kita harus mampu beradaptasi dengan perubahan itu,” ujar Gus Muhaimin.
Gus Muhaimin menegaskan, perjuangan politik harus memiliki tujuan yang lebih besar daripada sekadar popularitas. Ia ingin gagasan politik mampu mendorong perbaikan kehidupan masyarakat, memperkuat kemandirian bangsa, dan memastikan pembangunan berpihak kepada rakyat.
“PKB tidak boleh hanya menjadi penonton dalam pertarungan digital. Kita harus hadir membawa gagasan, menyuarakan kepentingan rakyat, dan membangun kepercayaan masyarakat,” pungkas Gus Muhaimin. ***






