BatamNesia – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Kepulauan Riau menerima kunjungan kerja Komisi V DPRD Provinsi Riau pada Kamis (8/5/2026). Pertemuan tersebut dimanfaatkan untuk bertukar pengalaman mengenai pembinaan olahraga prestasi, sekaligus membahas kesiapan Kepulauan Riau sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) XII Sumatera 2027.
Rombongan Komisi V DPRD Provinsi Riau dipimpin Wakil Ketua Komisi V Abdul Kasim, didampingi Sekretaris Komisi V Robin P. Hutagalung, serta anggota Fairus dan Rizal Zamzami.
Kedatangan mereka disambut langsung Ketua Umum KONI Kepri Usep RS, Sekretaris Jenderal KONI Kepri Dr. Suyono, serta Anggota DPRD Kepri Asmin Patros.
Bahas Pembinaan Atlet dan Persiapan Porwil
Ketua Umum KONI Kepri, Usep RS, mengatakan kunjungan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sarana memperkuat sinergi antardaerah dalam pengembangan olahraga.
Menurutnya, KONI Kepri memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memaparkan berbagai program pembinaan atlet, pengelolaan organisasi, serta persiapan menghadapi agenda olahraga tingkat nasional dan regional.
“Kami ingin menunjukkan bagaimana pembinaan olahraga di Kepri terus berjalan dan berkembang, termasuk persiapan menuju berbagai agenda nasional,” ujar Usep.
DPRD Riau Belajar Efisiensi Anggaran
Dalam sesi diskusi, Sekretaris Komisi V DPRD Provinsi Riau, Robin P. Hutagalung, mempertanyakan kesiapan Kepulauan Riau menjadi tuan rumah Porwil XII Sumatera Tahun 2027, terutama di tengah kebijakan efisiensi anggaran pemerintah daerah.
Menanggapi hal tersebut, KONI Kepri menjelaskan berbagai langkah efisiensi dan strategi pendanaan terus disiapkan agar seluruh tahapan persiapan Porwil tetap berjalan sesuai rencana tanpa mengurangi kualitas penyelenggaraan.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi V DPRD Provinsi Riau, Abdul Kasim, menyoroti peran perusahaan besar dalam mendukung pembinaan olahraga.
Ia menyebut keterlibatan perusahaan di Provinsi Riau masih belum optimal dan menanyakan pola kolaborasi yang diterapkan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau bersama sektor swasta.
Menjawab hal tersebut, Usep menjelaskan bahwa dukungan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) kini tidak lagi diberikan secara langsung kepada KONI. Meski demikian, pembinaan atlet tetap memperoleh dukungan dari berbagai pihak, termasuk kalangan pengusaha, sponsor, dan orang tua atlet.
Menurutnya, ketika anggaran pemerintah belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan pembinaan, KONI Kepri berupaya menjembatani atlet dengan pihak swasta agar tetap mendapatkan dukungan tanpa membebani anggaran organisasi.
Perkuat Sinergi Antarprovinsi
Usep berharap kunjungan DPRD Provinsi Riau dapat membuka peluang kerja sama yang lebih luas, mulai dari pembinaan atlet usia dini, peningkatan kualitas pelatih, hingga pengembangan sport tourism di wilayah kepulauan.
“Kami menyambut baik kunjungan ini karena olahraga tidak bisa dibangun sendiri. Perlu komunikasi, kolaborasi, dan saling belajar antarprovinsi agar prestasi olahraga di Sumatera semakin berkembang,” tutup Usep. (*)





