Wagub Nyanyang Apresiasi Terpilihnya Agus Wibowo Jadi Ketua IARMI Kepri

Ajak IARMI Kepri Turut Jaga Stabilitas Daerah dan Dukung Pertumbuhan Ekonomi 8,1 Persen

Eki Setiawan

BatamNesia.com – Wakil Gubernur Kepulauan Riau (Wagub Kepri), Nyanyang Haris Pratamura, mengapresiasi terpilihnya pengurus baru Dewan Pimpinan Provinsi Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia (DPP IARMI) Kepri di bawah kepemimpinan Agus Wibowo. Hal tersebut disampaikan Nyanyang saat menutup secara resmi Musyawarah Provinsi (Musprov) IARMI Kepri di Kantor Pemuda dan Olahraga (Kanpora) Batam, Sabtu (25/10/2025).

“Saya menyambut baik dan apresiasi dengan struktur yang baru. Program yang lama, yang bagus kita lanjutkan. Yang belum terlaksana, kita sama-sama diberikan tanggung jawab untuk melaksanakan visi dan misi Resimen Mahasiswa di Provinsi Kepulauan Riau,” ujarnya.

Nyanyang yang juga alumni Menwa juga mengajak IARMI Kepri untuk berperan aktif dalam menjaga stabilitas daerah dan menumbuhkan semangat bela negara. Ia menegaskan, stabilitas sosial dan keamanan merupakan pondasi penting bagi kemajuan daerah dan keberlanjutan pertumbuhan ekonomi.

“Mari kita bangun kekuatan bersama,kita satukan persepsi, visi dan misi, untuk menjaga pertumbuhan ekonomi Kepri yang kini sudah mencapai 7,14 persen. Mudah-mudahan di akhir tahun kita mampu mengejar target 8,1 persen,” ujar Nyanyang penuh optimisme.

Pertumbuhan Ekonomi Kepri Tertinggi di Sumatera

Provinsi Kepulauan Riau saat ini mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 7,14 persen, menempatkannya sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Sumatera dan ketiga secara nasional. Secara nasional, Kepri hanya berada di bawah Maluku Utara (32,09 persen) dan Sulawesi Tengah (7,95 persen).

Capaian tersebut menunjukkan posisi strategis Kepri sebagai lokomotif ekonomi Indonesia bagian barat, di tengah tantangan ekonomi global yang masih dinamis.

“Data ini menegaskan bahwa Kepri memiliki daya saing dan ketahanan ekonomi yang kuat. Dengan stabilitas yang terjaga, ke depan pertumbuhan akan semakin kokoh,” kata Nyanyang.

Untuk mengejar target ambisius pertumbuhan ekonomi 8,1 persen, Pemerintah Provinsi Kepri terus memperkuat sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan. Salah satu fokus utama adalah meningkatkan investasi, baik dari dalam maupun luar negeri.

Pemprov Kepri memberikan kemudahan regulasi, perizinan, dan insentif guna menciptakan iklim usaha yang kondusif. Upaya ini mulai menunjukkan hasil positif — total nilai investasi di Kepri telah menembus Rp27 triliun, dan diproyeksikan terus meningkat seiring dengan tingginya minat investor.

“Batam menjadi ikon investasi utama Kepri berkat infrastruktur yang modern dan posisi strategisnya. Tapi potensi besar juga dimiliki daerah lain seperti Bintan, Karimun, Natuna, Lingga, dan Anambas,” jelas Nyanyang.

Selain Batam, Pemprov Kepri kini gencar mendorong investasi di enam kabupaten/kota lainnya. Setiap daerah memiliki karakter dan potensi unggulan, mulai dari industri pengolahan, pariwisata, kelautan dan perikanan, pertambangan, hingga teknologi digital. Diversifikasi ini diharapkan mampu menciptakan pemerataan ekonomi dan lapangan kerja baru di seluruh wilayah Kepri.

Tahun 2025, sejumlah investor menunjukkan minat kuat untuk menanamkan modal di Kepri, khususnya di Pulau Bintan. Fokus investasi diarahkan pada sektor berteknologi tinggi seperti kawasan Artificial Intelligence (AI) dan Data Center.

Selain itu, berbagai proyek infrastruktur besar juga tengah disiapkan, antara lain kawasan industri baru dan pelabuhan internasional, pembangunan jembatan Batam–Bintan, dan rencana pengembangan Skytrain di Tanjungpinang. Seluruh proyek tersebut diharapkan memperkuat konektivitas, efisiensi logistik, dan mendorong percepatan ekonomi regional.

Kolaborasi IARMI Kepri dan Pemerintah Daerah

Sebagai alumni Resimen Mahasiswa, Wagub Nyanyang menilai IARMI Kepri memiliki potensi besar menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas daerah dan menumbuhkan semangat nasionalisme di tengah masyarakat.

“Saya yakin para alumni Menwa memiliki daya juang, disiplin, dan integritas tinggi. Nilai-nilai itu penting untuk diaktualisasikan dalam bidang pendidikan, sosial, dan kemasyarakatan,” tutupnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *