BatamNesia – Partai Demokrat mengawali rangkaian perayaan ulang tahun ke-25 dengan kerja bakti massal di Perumahan Yafindo, Kelurahan Tembesi, Kecamatan Sagulung, Kota Batam, Jumat (10/7/2026) pagi.
Kegiatan bertajuk Gerakan Indonesia ASRI Langit Biru itu diikuti 250 orang dari berbagai unsur, termasuk Forkopimda, organisasi masyarakat, karang taruna, serta warga setempat.
Ketua Pelaksana Arisal Fitra menyebutkan, aksi bersih-bersih, fogging, dan pemangkasan rumput liar itu berhasil mengumpulkan sekitar 5.000 kilogram sampah yang langsung dievakuasi ke tempat pembuangan akhir.
Ketua Plt DPC Partai Demokrat Batam, Sahat Parulian Tambunan, mengatakan perayaan usia perak partai sengaja diisi dengan kegiatan yang menyentuh kebutuhan dasar warga, yakni lingkungan sehat dan bersih.
“Ini bentuk gotong royong nyata, bukan seremoni. Kami ingin menunjukkan bahwa politik bisa hadir melalui kerja peluh yang dirasakan langsung rakyat,” ujar Sahat.
Gerakan ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk mendukung program nasional Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Partai Demokrat menjadwalkan kegiatan serupa setiap Jumat hingga Agustus 2026 mendatang, yang digelar diberbagai fasilitas publik di seluruh Indonesia.
Memasuki usia seperempat abad, Partai Demokrat menunjukkan upaya sistematis untuk menjaga relevansi politik melalui pendekatan populisme berbasis lingkungan dan kolaborasi lintas sektor.
Instruksi AHY untuk menggerakkan seluruh jajaran partai dalam program ASRI bukan sekadar aksi seremonial, melainkan strategi komunikasi politik yang membidik isu publik yang dekat dengan keseharian rakyat—kebersihan, kesehatan, dan estetika kota.
Di Batam, keterlibatan Forkopimda dan elemen non-partisan menunjukkan bahwa Demokrat mencoba memainkan peran sebagai katalisator gerakan sosial, bukan sekadar mesin politik elektoral.
Pilihan lokasi di Sagulung, kawasan padat penduduk dengan persoalan lingkungan yang kompleks, menunjukkan pembacaan medan yang cukup presisi.
Namun, capaian lima ton sampah dalam sekali aksi masih perlu dilihat keberlanjutannya. Sebab, tantangan sesungguhnya bagi Demokrat di usia ke-25 adalah mengubah momen solidaritas menjadi gerakan berkelanjutan yang terukur dan tak bergantung pada kalender politik.
Jika program ASRI mampu menunjukkan data dampak jangka panjang, misalnya penurunan kasus demam berdarah atau peningkatan indeks kebersihan di titik-titik intervensi.
Maka dari itu, partai Demokrat bisa merebut narasi sebagai kekuatan perubahan yang substantif, bukan sekadar reaktif.
Dengan jadwal rutin hingga Agustus 2026, publik akan menilai apakah gerakan ini hanya menjadi euforia ultah atau awal dari transformasi gaya kerja partai yang lebih membumi. (*)






