Anggota DPRD Kepri Aman Serap Aspirasi Warga Batam Kota, dari Pendidkan hingga Pelatihan Tenaga Kerja

Rahmat Ghafur

BatamNesia – Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Aman, S.Pd, MM, menyerap berbagai aspirasi masyarakat saat melaksanakan reses Masa Sidang III Tahun 2026 di Perumahan Bunga Raya, Kelurahan Belian, Kecamatan Batam Kota, Kota Batam, Jumat, 7 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua RW 027 Indra Permana, Ketua RT 01 Abdul Halim, pengurus RT 02, RT 03 dan RT 04, Imam Masjid Ustadz Mustava, tokoh masyarakat, serta sekitar 100 warga.

Dalam pertemuan itu, warga menyampaikan langsung berbagai persoalan dan kebutuhan pembangunan di lingkungan mereka, mulai dari infrastruktur jalan, fasilitas kesehatan, pendidikan, hingga peningkatan kompetensi tenaga kerja.

Aman mengatakan, reses merupakan momentum penting bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada anggota DPRD sebagai representasi warga di daerah pemilihan (dapil).

Aman merupakan anggota DPRD Kepri dari daerah pemilihan Kepri 4 atau Batam A yang meliputi Kecamatan Batam Kota, Bengkong, Batu Ampar, dan Lubuk Baja.

“Hari ini saya reses di Perumahan Bunga Raya, turun saya untuk menjemput aspirasi. Bapak dan Ibu bisa menyampaikan usulan dan aspirasi pembangunan, sehingga bisa memperbaiki lingkungan kita,” ujar politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut.

Sebagai anggota Komisi IV DPRD Kepri, Aman menyebut pendidikan, kesehatan, kesejahteraan, hingga ketenagakerjaan merupakan sektor yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat. Salah satu fokus perhatiannya adalah memastikan anak-anak di Batam mendapatkan akses pendidikan yang layak dan mudah dijangkau.

Menurut Aman, minat orang tua di Batam untuk menyekolahkan anak ke Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) saat ini semakin tinggi. Hal tersebut tidak terlepas dari karakter Batam sebagai kawasan industri yang membutuhkan tenaga kerja dengan keterampilan tertentu.

“Tahun ini sekitar 60 persen anak lebih memilih untuk sekolah ke SMK. Ini dipicu karena Batam sebagai daerah industri, sehingga banyak orientasi orang tua kalau masuk SMK, anak-anak setelah lulus bisa langsung bekerja,” katanya.

Menurutnya, pendidikan vokasi memberikan bekal keterampilan yang lebih dekat dengan kebutuhan dunia industri. Banyak lulusan SMK di Batam yang setelah lulus langsung direkrut perusahaan. Kondisi tersebut turut mengubah orientasi orang tua dalam memilih pendidikan bagi anak-anak mereka.

“Jangan sampai ada di antara anak-anak kita yang tidak sekolah. Kalau ada yang terbentur tidak bisa sekolah, tidak bisa mengakses pendidikan ke SMA atau SMK, silakan lapor kepada kami sebagai representasi masyarakat. Insya Allah kami advokasi sampai anak kita bisa sekolah,” tegasnya.

Selain pendidikan, Aman juga menyoroti akses masyarakat terhadap layanan kesehatan dan kepesertaan BPJS Kesehatan. Ia meminta warga yang mengalami kesulitan mendapatkan layanan kesehatan atau belum memiliki BPJS Kesehatan untuk menyampaikan persoalan tersebut kepadanya.

“Karena kesehatan itu adalah kebutuhan dasar masyarakat, tidak boleh ada satu pun warga kita yang tidak bisa mengakses fasilitas kesehatan,” ujarnya.

Aman menjelaskan, pekerja pada umumnya memperoleh BPJS Kesehatan melalui perusahaan, sementara masyarakat yang memiliki usaha dapat mendaftarkan diri secara mandiri. Namun, bagi masyarakat yang tidak mampu, pemerintah harus memastikan mereka mendapatkan perlindungan kesehatan.

“Kalau ada yang belum punya, dan saat ini misalnya sedang sakit, sampaikan kepada saya. Insya Allah kita bantu untuk urus BPJS Kesehatannya,” katanya.

Persoalan ketenagakerjaan juga menjadi perhatian Aman dalam reses tersebut. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Batam dan Kepri yang tinggi seharusnya mampu membuka semakin banyak lapangan pekerjaan. Namun, peluang tersebut harus diimbangi dengan peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal.

Aman menyoroti Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kepri yang pada Februari 2026 masih berada di angka 6,87 persen. Artinya, dari 100 orang angkatan kerja usia produktif, ada sekitar enam sampai tujuh orang yang masih menganggur.

Salah satu penyebabnya adalah kebutuhan industri terhadap tenaga kerja yang memiliki kompetensi dan keterampilan spesifik. Sejumlah bidang pekerjaan seperti welder, fitter, dan scaffolder membutuhkan tenaga kerja yang telah memiliki keahlian sesuai standar industri.

Karena itu, ia mendorong peningkatan program pelatihan dan sertifikasi bagi masyarakat, termasuk lulusan SMA dan SMK.

“Batam dan Kepri ini tingkat kompetisinya sangat tinggi. Batam adalah tujuan orang mencari kerja. Maka anak-anak kita harus dibekali dengan kompetensi untuk bisa bersaing dengan tenaga-tenaga kerja lainnya,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, warga menyampaikan sejumlah aspirasi. Beberapa di antaranya terkait peningkatan kualitas jalan lingkungan, akses dan fasilitas kesehatan, serta sistem pendaftaran murid baru yang diharapkan lebih mudah dan tidak berbelit.

Warga juga meminta dukungan terhadap peningkatan skill dan kompetensi anak-anak agar lebih siap memasuki dunia kerja, peningkatan fasilitas Balai Latihan Kerja (BLK), serta penyediaan ruang ekspresi bagi seniman dan pengrajin lokal untuk memasarkan produk mereka.

Menanggapi berbagai usulan tersebut, Aman menegaskan komitmennya untuk mengawal aspirasi masyarakat agar dapat ditindaklanjuti melalui program pembangunan daerah.

“Insya Allah usulan warga dalam reses ini akan terealisasi dalam program pembangunan daerah ke depan,” ujarnya.

Ketua RT 01 Abdul Halim menyampaikan apresiasi atas kehadiran Aman dalam kegiatan reses di Perumahan Bunga Raya.

“Terima kasih atas kehadiran Bapak Aman untuk reses di perumahan kami. Satu kebanggaan, satu kehormatan bagi kami untuk dapat menyampaikan aspirasi. Semoga apa yang disampaikan oleh warga bisa terwujud,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Ketua RW 027 Indra Permana. Ia berharap aspirasi yang disampaikan masyarakat dalam pertemuan tersebut dapat diperjuangkan dan direalisasikan.

“Selamat datang Pak di perumahan kami, Perumahan Bunga Raya, khususnya di warga RT 01. Mudah-mudahan nanti apa yang menjadi aspirasi kita bisa direalisasikan oleh Pak Aman,” katanya.

Kegiatan reses kemudian diakhiri dengan penyerahan bola voli kepada tokoh pemuda setempat sebagai dukungan terhadap aktivitas olahraga warga, serta penyerahan cinderamata kepada perwakilan ibu-ibu. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *