BatamNesia – Komisi IV DPRD Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) melakukan kunjungan kerja ke SMKN 13 Batam untuk melihat langsung proses pembelajaran sekaligus meninjau progres pembangunan unit sekolah baru di Tanjung Buntung, Bengkong, Kamis, 3 September 2026.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan Komisi IV DPRD Kepri melihat aktivitas pembelajaran siswa SMKN 13 Batam yang saat ini masih berlangsung di SMAN 8 Batam. Rombongan kemudian meninjau lokasi pembangunan unit sekolah baru SMKN 13 Batam.
Kunjungan kerja tersebut diikuti Anggota Komisi IV DPRD Kepri, yakni Aman, S.Pd., MM, Hj. Ismiyati, S.Pd. AUD, Hanafi Ekra, S.Ag., M.Pd.I., Januar Robert Silalahi, S.I.Kom., dan Aziz Martindaz, S.Pd.
Kehadiran rombongan DPRD Kepri disambut Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kepri di Batam Kasdianto, S.Pd, Kasi Pembinaan SMK dan PK Fajar Fauzi, Kepala SMAN 8 Batam Elmi, S.Pd, Kepala SMKN 13 Batam Dedi Indra, serta jajaran majelis guru.
SMKN 13 Batam merupakan sekolah menengah kejuruan negeri baru sekaligus sekolah vokasi negeri pertama di Kecamatan Bengkong, Kota Batam. Sekolah tersebut berada di kawasan Bengkong Pertiwi, tepat di depan Kantor Lurah Tanjung Buntung, Kecamatan Bengkong.
Peletakan batu pertama pembangunan SMKN 13 Batam dilakukan Gubernur Kepri Ansar Ahmad pada 13 Juli 2026. Pembangunan unit sekolah baru tersebut berdiri di atas lahan seluas 7.360 meter persegi dengan dukungan APBD Kepri Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp4.115.712.289 atau sekitar Rp4,12 miliar.
Saat ini, jumlah peserta didik SMKN 13 Batam tercatat sebanyak 378 siswa yang tersebar dalam sembilan rombongan belajar (rombel). Rinciannya terdiri dari Teknik Pengelasan sebanyak tujuh rombel, Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) satu rombel, serta Teknik Elektronika Industri (TEI) satu rombel.
Anggota Komisi IV DPRD Kepri Aman mengatakan kehadiran SMKN 13 Batam memiliki arti strategis dalam memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan menengah kejuruan yang berkualitas, terjangkau, dan memiliki keterkaitan langsung dengan kebutuhan dunia kerja. Menurutnya, jurusan yang tersedia di sekolah ini, seperti Teknik Pengelasan, TKJ, dan TEI, memiliki keterkaitan dengan kebutuhan industri di Kota Batam.
“Maka sekolah harus menyiapkan output lulusan yang bisa menjawab kebutuhan perusahaan-perusahaan yang ada di Kota Batam. Karena tidak bisa kita pungkiri, bahwa SMK ini adalah pendidikan vokasi yang pada akhirnya memang menyiapkan lulusan yang siap kerja,” ujarnya.
Sebagaimana diketahui, Aman adalah anggota Komisi IV DPRD Kepri yang membidangi sumber daya manusia (SDM) dan kesejahteraan masyarakat. Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut terpilih sebagai anggota DPRD Kepri periode 2024-2029 dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kepri 4 atau Batam A, yang meliputi Kecamatan Batam Kota, Bengkong, Batu Ampar, dan Lubukbaja.
Aman juga mendorong agar SMKN 13 Batam mempersiapkan ketersediaan guru, khususnya tenaga pendidik yang memiliki kompetensi sesuai dengan jurusan yang tersedia. Ketersediaan guru dengan kompetensi yang sesuai ini menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus memastikan lulusan memiliki keterampilan yang dibutuhkan dunia industri.
“Kami dari Komisi IV DPRD Kepri juga sering turun ke perusahaan-perusahaan untuk menyandingkan kebutuhan perusahaan dengan lulusan sekolah kita, agar bisa menjawab kebutuhan perusahaan di Batam dan Kepri. Kami ikut membantu juga, ada kewajiban, tanggung jawab kami, untuk memastikan bahwa anak-anak kita yang lulus bisa terserap dan bekerja di perusahaan-perusahaan,” ujarnya.
Selain menyoroti kualitas lulusan dan kebutuhan guru, Aman juga mempertanyakan progres pembangunan unit sekolah baru SMKN 13 Batam. Ia berharap pembangunan gedung dapat diselesaikan sesuai perencanaan sehingga siswa tidak terlalu lama mengikuti proses pembelajaran dengan menumpang di SMAN 8 Batam.
“Mudah-mudahan Desember selesai. Tentu catatannya adalah pembangunannya harus berkualitas, jangan asal-asalan. Kami minta agar progres pembangunannya bisa terus diinformasikan agar kami bisa ikut mendorong percepatan proses pembangunan seperti yang kita harapkan. Bulan Januari nanti, harapannya anak-anak kita bisa sekolah di gedung yang baru,” ujarnya.
Senada, Anggota Komisi IV DPRD Kepri Ismiyati juga mempertanyakan progres pembangunan SMKN 13 Batam. Ia meminta pembangunan segera diselesaikan agar para siswa dapat menempati gedung sekolah sendiri dan tidak terlalu lama mengikuti pembelajaran di SMAN 8 Batam.
“Jangan lama-lama di sini (SMAN 8 Batam). Mau tidak mau, suka tidak suka, harapannya semester dua sudah bisa pindah di gedung yang baru,” ujarnya.
Dalam kunjungan tersebut, Ismiyati turut menyoroti ketersediaan tenaga pendidik di SMKN 13 Batam. Ia mengaku prihatin dengan kondisi jumlah guru yang dinilai belum sebanding dengan jumlah peserta didik. Saat ini, SMKN 13 Batam memiliki sekitar 378 siswa, tetapi baru didukung sembilan guru.
Kondisi tersebut dinilai perlu menjadi perhatian pemerintah daerah agar proses pembelajaran di SMKN 13 Batam dapat berjalan optimal.
Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD Kepri Hanafi Ekra secara khusus menyoroti minimnya guru produktif di SMKN 13 Batam. Menurutnya, guru produktif merupakan kebutuhan penting dalam pendidikan SMK karena berkaitan langsung dengan kompetensi keahlian yang dipelajari siswa.
“Tolong kepada Dinas Pendidikan, ini menjadi catatan juga, agar kebutuhan guru produktif di SMK-SMK di Kepri bisa dicatat dan dilaporkan,” katanya.
Kepala SMKN 13 Batam, Dedi Indra, mengakui tenaga pendidik dan kependidikan di sekolah tersebut masih terbatas. Dari sembilan rombongan belajar (rombel) yang berjalan, SMKN 13 Batam saat ini hanya memiliki sembilan tenaga pendidik.
Sembilan guru tersebut terdiri dari lima tenaga pendidik berstatus ASN dan empat tenaga P3K. Namun, belum ada satu pun guru yang mengampu bidang studi produktif sesuai kompetensi kejuruan.
“Dari sembilan guru ini, belum ada satupun bidang studi yang produktif,” ujar Dedi.
Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacab Disdik) Kepri di Batam, Kasdianto, S.Pd., menjelaskan bahwa dari sembilan rombel yang telah berjalan, pada tahun ini Disdik Kepri baru membangun enam ruang kelas baru (RKB) di SMKN 13 Batam.
Selain ruang kelas, pembangunan juga mencakup satu laboratorium, satu ruang kepala sekolah/TU, serta tiga toilet.
“Kami minta dukungan kepada Pak Dewan (DPRD Kepri) untuk perencanaan pembangunan ke depannya, karena kami yakin SMK ini akan banyak diminati oleh anak-anak kita,” ujar Kasdianto. (*)





