Sambut Kapolsek Baru, LAM Sei Beduk Gelar Tepung Tawar dan Makan Berhidang di Sanggar Intan Baiduri

Rahmat Ghafur

BatamNesia – Lembaga Adat Melayu (LAM) Kecamatan Sei Beduk menggelar Majlis Makan Berhidang dan Tepung Tawar di Sanggar Budaya Intan Baiduri, Gang Sei Kampar Blok A No. 15, RT 01/RW 02 Sei Pancur, Tanjungpiayu, Kecamatan Sei Beduk, Kota Batam, Ahad (6/9/2026).

Prosesi adat tersebut digelar sebagai bentuk tasyakuran atas berdirinya Sanggar Budaya Intan Baiduri sekaligus menyambut Kapolsek Sei Beduk yang baru, Iptu Ady Satrio Gustian, S.Tr.K, MH, yang menggantikan Iptu Alex Yasral, SE, MH.

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua DPRD Batam Muhammad Kamaluddin, Anggota DPRD Batam Anwar Anas, Ketua LAM Kepulauan Riau Kota Batam Raja Muhammad Amin, Ketua LAM Sei Beduk Datok Ruslan, Sekretaris Camat Sei Beduk, Kepala KUA Sei Beduk, Ketua Paguyuban Masyarakat Aceh, Ketua ISKY Yogyakarta, Ketua IKSS Sei Beduk, Lurah Duriangkang Gabriel Panjaitan, Ketua IPIM, serta sejumlah tamu undangan.

Ketua LAM Sei Beduk, Datok Ruslan, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya menjadi momentum untuk menyambut Kapolsek Sei Beduk yang baru, tetapi juga sebagai bentuk rasa syukur atas terwujudnya Sanggar Budaya Intan Baiduri.

Menurutnya, sanggar tersebut diharapkan dapat menjadi tempat masyarakat untuk bersembang sekaligus ruang belajar bagi generasi muda dalam mengenal dan melestarikan kebudayaan Melayu. Berbagai kegiatan dapat dilakukan di sanggar tersebut, mulai dari belajar tari Melayu, barzanji, hadroh, hingga acara pernikahan

“Mohon doanya mudah-mudahan tempat ini memberi manfaat bagi masyarakat Sei Beduk dan bagi generasi muda ke depannya,” ujar Datok Ruslan.

Ketua DPRD Batam, Muhammad Kamaluddin, menyambut baik kehadiran Sanggar Budaya Intan Baiduri. Ia berharap keberadaan sanggar tersebut dapat menjadi ruang tumbuh dan berkembangnya berbagai kegiatan budaya Melayu di Kota Batam.

“Ini acaranya sudah luar biasa. Sanggar budaya ini merupakan upaya kita dalam meletakkan dasar-dasar kearifan lokal yang harus terus kita lestarikan, di manapun,” ujarnya.

Kamaluddin juga mengapresiasi Ketua LAM Kepulauan Riau Kota Batam yang dinilainya selalu hadir dalam berbagai kegiatan yang diselenggarakan pemerintah daerah. Menurutnya, kehadiran LAM penting untuk memastikan kearifan lokal dan adat istiadat yang bersendikan Melayu tetap dapat dilestarikan di tengah perkembangan Kota Batam.

“Tantangannya tentu berat. Karena Batam ini sudah sedemikian rupa, bahkan sudah menjadi kota nomor satu kemajuannya di Indonesia. Industrialisasi dan investasi yang ada di Kota Batam, ini nomor satu dan bisa memberi satu pemicu bagi pertumbuhan ekonomi,” katanya.

Namun, menurut Kamaluddin, pertumbuhan ekonomi yang pesat perlu diimbangi dengan penguatan nilai adat, istiadat, dan kebudayaan. Kalau tidak, lama-lama Batam ini akan merasakan seperti Singapura, kota yang jenuh, negara yang jenuh, karena hanya mengejar angka, mengejar pertumbuhan, mengejar ekonomi.

“Harapan kita, Batam seperti harapan pendahulu kita, menjadi Bandar Dunia Madani, kota yang maju, namun tetap menjaga kearifan-kearifan lokal untuk terus diabadikan,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan prosesi Tepung Tawar, salah satu warisan budaya Melayu yang sarat makna. Dalam prosesi tersebut, Ketua LAM Kepulauan Riau Kota Batam, Ketua DPRD Batam, dan Ketua LAM Kecamatan Sei Beduk menaburkan beras kunyit, bunga rampai, dan air mawar kepada Kapolsek Sei Beduk beserta istri.

Prosesi tersebut diiringi doa agar Iptu Ady Satrio Gustian senantiasa diberikan keselamatan, kesehatan, keberkahan, serta kelancaran dalam menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Kecamatan Sei Beduk.

Usai prosesi adat, Kapolsek Sei Beduk Iptu Ady Satrio Gustian menyampaikan terima kasih kepada LAM, khususnya LAM Kecamatan Sei Beduk, yang telah menyambutnya melalui tradisi Tepung Tawar.

“Kami terima kasih karena merasa disambut dengan baik di sini. Semoga kita dapat berkolaborasi dan bisa terus bersilaturahmi. Kami juga mohon doanya, selama bertugas ke depan, semoga tidak ada masalah dan semoga dapat menjalankan tugas sebaik-baiknya,” ujarnya.

Iptu Ady juga menyatakan membuka ruang komunikasi seluas-luasnya bagi masyarakat yang ingin bersilaturahmi maupun berkonsultasi mengenai persoalan yang terjadi di lingkungan masyarakat.

“Ruang Kapolsek selalu terbuka bagi bapak-bapak dan ibu-ibu, apabila ada keluhan, ada sesuatu yang perlu didiskusikan,” ujarnya.

Ketua LAM Kepulauan Riau Kota Batam, Raja Muhammad Amin, mengatakan nama Sanggar Budaya Intan Baiduri diberikan langsung olehnya. Menurutnya, nama tersebut memiliki makna sebagai perhiasan yang indah dan berharga.

“Semoga Sanggar Budaya Intan Baiduri ini menjadi sanggar terbaik, paling tidak untuk Kota Batam,” katanya.

Ia juga mengucapkan selamat kepada Iptu Ady Satrio Gustian sebagai Kapolsek Sei Beduk yang baru. Raja berharap Iptu Ady dapat responsif dalam memberikan perlindungan dan pengayoman kepada masyarakat.

“Mudah-mudahan bisa menjalin komunikasi dengan baik dalam kegiatan apapun, dengan masyarakat dan sebagainya,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah dan Makan Berhidang, tradisi makan bersama yang menjadi bagian dari kearifan lokal Melayu.

Dalam suasana penuh kebersamaan, Ketua dan Anggota DPRD Batam, pengurus LAM Kepri Kota Batam, LAM Sei Beduk, Kapolsek Sei Beduk, dan para tamu undangan duduk bersila mengelilingi hidangan yang disajikan dalam satu talam.

Nuansa budaya Melayu semakin terasa dengan penggunaan busana tradisional seperti baju kurung warna hitam dan songket. Tradisi tersebut tidak hanya mempererat rasa kebersamaan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga identitas budaya dan menghormati warisan leluhur di tengah perkembangan Kota Batam. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *