Musda VII KAHMI dan Forhati Batam, Wali Kota Amsakar Ajak Alumni HMI Ambil Peran dalam Pembangunan

Rahmat Ghafur

BatamNesia – Wali Kota Batam Amsakar Achmad mengajak alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) untuk mengambil peran dan memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan serta kemajuan Kota Batam.

Ajakan tersebut disampaikan Amsakar dalam Musyawarah Daerah (Musda) VII Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) dan Forum Alumni HMI-Wati (FORHATI) Kota Batam di Swiss-Belhotel Harbour Bay, Sabtu (19/9/2026).

Amsakar menilai peran alumni HMI dibutuhkan seiring dengan perkembangan Batam yang terus bergerak sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi dan investasi di Kepulauan Riau. Menurutnya, perkembangan Batam tidak terlepas dari statusnya sebagai kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas.

Posisi tersebut turut memperkuat peran Batam dalam mendorong aktivitas ekonomi, perdagangan, investasi, dan berbagai sektor strategis lainnya di Kepri.

Ia mengatakan tema yang diangkat dalam Musda VII KAHMI dan FORHATI Batam sejalan dengan dinamika pembangunan Batam yang sejak awal diarahkan sebagai kawasan industri, investasi, perdagangan, alih kapal, logistik, hingga pariwisata.

“Tema yang diangkat hari ini sangat relevan dengan kondisi Batam. Kita melihat bagaimana gerak ekonomi dan investasi terus memberikan kontribusi terhadap perekonomian Kepri dan nasional,” ujar Amsakar.

Karena itu, Amsakar berharap alumni HMI tidak hanya menjadi bagian dari perkembangan Batam, tetapi turut mengambil peran melalui gagasan dan kontribusi sesuai kapasitas masing-masing. Ia menilai perkembangan Batam membuka berbagai peluang yang dapat dimanfaatkan, termasuk oleh para alumni.

Untuk itu, Musda diharapkan menjadi ruang untuk bertukar gagasan sekaligus merumuskan langkah organisasi dalam memberikan kontribusi bagi daerah.

“Bagaimana perkembangan yang terjadi di Batam ini dapat kita manfaatkan dan bagaimana kader KAHMI dapat mengambil peran serta ikut dalam arah pertumbuhan ekonomi dan investasi,” kata Amsakar.

Alumni HMI Batam dari Cabang Pekanbaru ini mengajak peserta musda untuk bermusyawarah dengan baik, layaknya persaudaraan kakak dan adik. Karena dinamika musyawarah di KAHMI ini berbeda dengan HMI.

Ia juga berharap proses Musda berlangsung dalam suasana yang sejuk dan menghasilkan keputusan yang membawa organisasi semakin baik. Ia menilai setiap proses organisasi dapat menjadi bagian dari pengabdian yang memberikan manfaat lebih luas.

“Di KAHMI ini yang diperlukan adalah kearifan. Ini adalah jalan pengabdian. Mudah-mudahan apa yang kita dapatkan hari ini menjadi kebajikan bagi kita semua, bagi Kota Batam, dan bagi Indonesia,” ujarnya.

Bagian tambahan ini bisa diintegrasikan agar artikelnya lebih utuh, dengan alur dari pernyataan Amsakar, pandangan Ketua Umum MW KAHMI Kepri, hingga rangkaian Musda dan tokoh yang hadir.

Ketua Umum Majelis Wilayah (MW) KAHMI Provinsi Kepri, Suryadi, mengatakan Batam memiliki posisi penting dalam pembangunan nasional. Ia menyebut Batam sebagai perekat bagi republik sekaligus magnet bagi pembangunan bangsa.

Menurut Suryadi, banyak program pemerintah yang dilaksanakan di Kota Batam. Hal tersebut, kata dia, menunjukkan posisi strategis Batam dalam berbagai agenda pembangunan.

“Kita lihat dalam Musyawarah Daerah KAHMI Batam, yang hadir adalah pemangku jabatan di tingkat pusat. Ini membuktikan bahwa Batam menjadi satu alasan yang sangat menarik,” ujarnya.

Musda VII KAHMI dan FORHATI Batam dibuka secara resmi oleh Presidium Majelis Nasional KAHMI yang juga Ketua Komisi II DPR RI, Muhammad Rifqinizamy Karsayuda. Rangkaian kegiatan Musda juga diisi dengan pemotongan tumpeng sebagai bagian dari peringatan Milad ke-60 KAHMI dan dialog publik yang membahas penguatan peran KAHMI dalam mendorong daya saing Batam sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi dan investasi.

Sejumlah tokoh alumni HMI turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Ketua Ombudsman RI Nuzran Joher, Anggota DPRD Provinsi Kepri dari PKB Aman, S.Pd, MM, serta Direktur Perencanaan dan Pengembangan Investasi BP Batam Irfan Syakir. Hadir juga Mantan Ketua Umum HMI Cabang Batam, antara lain Muhith, Jazuli, Zaki Setiawan, Muhammad Yunus, Andre Fitri Yanto, dan Supriyadi. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *