Batam Jadi Basis Industri Energi Angin Pertama Indonesia, Buka 7.000 Peluang Kerja

Rahmat Ghafur

BatamNesia – Transformasi industri energi global membuka peluang besar bagi Kota Batam. Melalui pembangunan fasilitas baru PT McDermott Indonesia, Batam mulai mengambil peran dalam rantai pasok industri energi terbarukan dunia dengan memproduksi komponen pendukung pembangkit listrik tenaga angin.

Fasilitas tersebut akan mendukung proyek TenneT 2 Gigawatt High Voltage Direct Current (HVDC), yang menjadi proyek konversi energi angin menjadi listrik pertama yang diproduksi di Indonesia. Kehadiran proyek ini sekaligus memperkuat posisi Batam sebagai kawasan industri strategis yang mampu mendukung pengembangan energi bersih di tingkat global.

Pengembangan proyek tersebut mendapat dukungan dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) sebagai bagian dari upaya mempercepat transisi menuju energi berkelanjutan.

Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, mengatakan proyek ini bukan sekadar ekspansi industri, tetapi juga menjadi tonggak penting dalam transformasi pembangunan nasional menuju ekonomi hijau.

“Kita semua berharap proyek ini memberikan banyak manfaat, baik dari sisi ekonomi maupun investasi, yang tidak hanya dirasakan Kota Batam, tetapi juga nasional secara umum,” ujar Rachmat dalam keterangan resmi yang diterima di Batam, Kamis (28/5/2026).

Rachmat menghadiri peresmian Gedung Cakrawala dan Gedung Nusantara milik PT McDermott Indonesia bersama Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad dan manajemen perusahaan.

Kedua fasilitas tersebut dibangun untuk mendukung proyek Tennet 2GW HVDC, yakni sistem transmisi listrik tegangan tinggi yang digunakan untuk menyalurkan energi dari pembangkit listrik tenaga angin. Infrastruktur itu menjadi bagian penting dalam pengembangan industri energi rendah emisi yang kini berkembang pesat di berbagai negara.

Gedung Cakrawala difungsikan sebagai fasilitas perakitan blok dengan sistem pengendali iklim. Adapun Gedung Nusantara digunakan untuk proses blasting dan painting pada komponen industri lepas pantai.

Menurut Ansar, pengembangan fasilitas tersebut memperkuat posisi Batam sebagai kawasan industri strategis di sektor fabrikasi dan energi. Selama puluhan tahun, Batam dikenal sebagai basis manufaktur maritim dan industri offshore di Asia Tenggara.

“Sejak merintis operasionalnya pada dekade 1970-an, McDermott telah bertransformasi dari lahan awal seluas delapan hektare menjadi kawasan industri fabrikasi lepas pantai seluas 110 hektare,” kata Ansar.

Ia menilai proyek energi berkelanjutan mulai memberi arah baru bagi ekonomi Kepulauan Riau. Investasi pembangunan Gedung Cakrawala dan Gedung Nusantara mencapai 240 juta dollar AS atau sekitar Rp 4 triliun.

“Kita sangat bangga menyaksikan tonggak sejarah baru ini. Fasilitas tersebut memperlihatkan kesiapan Batam masuk dalam rantai pasok industri energi berkelanjutan global,” ujar Ansar.

Selain investasi, proyek itu juga memunculkan dampak ekonomi langsung di daerah. Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau mencatat sekitar 7.000 tenaga kerja lokal terserap selama proses konstruksi. Seluruh perencanaan struktur proyek juga melibatkan insinyur muda lokal.

Ansar menyebut pertumbuhan ekonomi Kepulauan Riau pada triwulan I-2026 mencapai 7,04 persen secara tahunan. Angka itu menempatkan Kepri sebagai provinsi dengan pertumbuhan tertinggi di Sumatera dan peringkat kelima nasional.

Menurut dia, geliat industri energi dan manufaktur turut mendorong realisasi investasi Kepulauan Riau mencapai Rp 64,67 triliun sepanjang 2025.

Di tengah dorongan global menuju energi bersih, proyek di Batam menunjukkan bahwa transisi energi tidak hanya berkaitan dengan pengurangan emisi, tetapi juga membuka peluang industrialisasi baru, transfer teknologi, dan penciptaan lapangan kerja di daerah.

Peresmian fasilitas ditandai dengan pemotongan pita bersama Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad, serta manajemen PT McDermott Indonesia. Acara juga disertai penandatanganan prasasti. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *