BatamNesia – Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Aman, S.Pd, MM., mendesak Dinas Pendidikan (Disdik) Kepri segera mengevaluasi pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027. Desakan tersebut muncul menyusul masih banyaknya siswa yang gagal diterima di sekolah negeri tujuan akibat keterbatasan daya tampung atau permasalahan lainnya.
Sekretaris DPW PKB Provinsi Kepri itu menilai persoalan ketimpangan daya tampung antar sekolah harus segera diatasi agar seluruh anak memperoleh hak yang sama untuk mengakses pendidikan.
“Terdapat ribuan anak yang tidak tertampung di sekolah tertentu karena jumlah pendaftar membludak dan melebihi kapasitas daya tampung. Kami meminta Disdik Kepri segera menyiapkan solusi agar seluruh anak mendapatkan akses pendidikan yang layak,” kata Aman, Selasa (30/6/2026).
Sekolah Favorit Batam Kelebihan Pendaftar
Aman mengungkapkan sejumlah SMA negeri di Kota Batam mengalami lonjakan pendaftar yang jauh melampaui kapasitas sekolah.
Di SMAN 1 Batam, jumlah pendaftar mencapai sekitar 944 siswa, sementara daya tampung hanya 480 kursi. Kondisi serupa terjadi di SMAN 3 Batam dengan sekitar 900 pendaftar dan kapasitas 480 siswa. Sementara itu, SMAN 5 Batam juga menerima sekitar 874 pendaftar, padahal hanya memiliki kuota 480 siswa.
Tidak hanya SMA, persoalan serupa juga terjadi di sejumlah SMK negeri yang menjadi favorit masyarakat. Di SMKN 1 Batam, program keahlian Teknik Elektronika Industri diminati sekitar 630 calon siswa, sedangkan daya tampungnya hanya 160 kursi. Adapun jurusan Teknik Pengelasan menerima 587 pendaftar dengan kapasitas hanya 120 siswa.
Sementara di SMKN 5 Batam, jurusan Teknik Pengelasan Kapal mencatat 516 pendaftar untuk kuota hanya 80 siswa. Sedangkan Teknik Elektronika Industri diminati 444 pendaftar dengan daya tampung sebanyak 200 siswa.
“Kami di Komisi IV DPRD Kepri memberikan perhatian serius terhadap nasib ribuan murid yang belum tertampung ini, karena pendidikan merupakan hak dasar setiap anak,” tegas Aman.
Disdik Kepri: Masih Ada 3.874 Siswa Belum Tertampung
Kepala Dinas Pendidikan Kepri, Andi Agung, menjelaskan total pendaftar SPMB SMA dan SMK Tahun Ajaran 2026/2027 mencapai 30.476 siswa. Jumlah tersebut terdiri atas 15.229 pendaftar SMA dan 15.247 pendaftar SMK.
Sementara total daya tampung yang disiapkan pemerintah mencapai 35.452 kursi. Hingga saat ini, sebanyak 26.602 siswa telah dinyatakan diterima, terdiri dari 14.374 siswa SMA dan 12.228 siswa SMK yang tersebar di tujuh kabupaten/kota di Provinsi Kepri.
Namun demikian, masih terdapat 3.874 siswa yang belum diterima, terdiri dari 855 calon siswa SMA dan 3.019 calon siswa SMK.
Menurut Agung, kondisi tersebut dipengaruhi beberapa faktor, mulai dari kuota sekolah tujuan yang telah penuh hingga dokumen persyaratan yang belum lengkap atau mengalami kendala saat diunggah melalui sistem pendaftaran daring.
SPMB Tahap Kedua Dibuka 6-8 Juli
Meski demikian, Agung meminta para calon siswa dan orang tua tidak perlu khawatir karena Disdik Kepri akan membuka SPMB tahap kedua pada 6–8 Juli 2026.
Pada tahap ini, peserta yang belum diterima akan diarahkan memilih sekolah yang masih memiliki kuota tanpa harus mengunggah kembali dokumen persyaratan.
“Mereka akan diarahkan memilih sekolah-sekolah yang masih memiliki kuota daya tampung siswa tanpa perlu mengunggah berkas persyaratan pendaftaran SPMB lagi,” ujar Agung.
Ia juga mengungkapkan bahwa pelaksanaan SPMB tahun ini menunjukkan perubahan tren pilihan masyarakat terhadap pendidikan menengah.
Sebanyak 62 persen pendaftar memilih SMK, sedangkan 38 persen memilih SMA. Persentase tersebut meningkat dibanding tahun sebelumnya, ketika peminat SMK berada di angka 52 persen.
Menurut Agung, peningkatan tersebut menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap pendidikan vokasi, khususnya SMK di Kota Batam, semakin tinggi. ***






