BatamNesia – Pemadaman listrik yang melanda Kota Batam pada Selasa (20/1/2026) berdampak luas pada pelayanan publik. Salah satu yang paling terdampak adalah agenda Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kelurahan Tanjungpiayu yang terpaksa bubar lebih cepat.
Musrenbang yang seharusnya menjadi wadah aspirasi warga tersebut harus bubar lebih awal karena kondisi aula Kelurahan Tanjungpiayu yang gelap dan panas, menyusul pemadaman listrik dari PLN Batam.
Acara musyawarah dimulai sekitar pukul 08.30 WIB. Namun, baru satu jam berjalan, usulan pembangunan warga terpaksa berakhir saat listrik tiba-tiba padam pada pukul 09.30 WIB.
Lurah Tanjungpiayu, Heruska, mengonfirmasi bahwa pihaknya tidak punya pilihan lain selain menutup kegiatan lebih cepat dari jadwal yang seharusnya berakhir pukul 12.00 WIB.
“Musrenbang terpaksa kami tutup lebih dini. Persiapan matang yang sudah kami susun menjadi terhambat karena kendala teknis ini,” ungkap Heruska.
Akibat insiden ini, pihak kelurahan terpaksa melakukan langkah darurat. “Kami harus menyinkronkan perencanaan pembangunan berdasarkan data pra-musrenbang saja karena musrenbang tidak bisa berlanjut,” tambahnya.
DPRD Kota Batam Soroti Buruknya Layanan PLN Batam
Kegiatan yang dihadiri oleh Ketua RT, RW, LPM, Karang Taruna, serta dua Anggota DPRD Kota Batam, Jimmi Siburian dan Anwar Anas ini, seketika berubah menjadi ajang kritik terhadap layanan energi di Batam.
Anggota dewan tersebut menyayangkan buruknya keandalan listrik yang dikelola PLN Batam. Menurutnya, dampak pemadaman ini jauh lebih luas dari sekadar acara dan layanan pemerintah.
“Bukan hanya layanan publik yang terganggu, tapi ekonomi masyarakat seperti pedagang kecil dan pelaku UMKM di Tanjungpiayu sangat terdampak dengan pemadaman ini,” tegas Jimmi.
DPRD Akan Panggil Manajemen PLN Batam
Menanggapi keluhan warga dan seringnya terjadi pemadaman di kawasan Seibeduk, DPRD Kota Batam berencana mengambil langkah tegas. Pihak legislatif akan segera memanggil jajaran manajemen PLN Batam untuk memberikan penjelasan resmi.
“Kami tidak akan tinggal diam. Koordinasi dengan pihak terkait segera dilakukan untuk menindaklanjuti masalah pemadaman ini agar tidak terus berulang dan merugikan masyarakat,” katanya.
Pemadaman listrik di kawasan Tanjungpiayu terjadi pada Selasa, 20 Januari 2026. Berdasarkan pengumuman resmi di website PLN Batam, gangguan listrik menyasar Kecamatan Seibeduk, meliputi Perumahan Bukit Sentosa, Nusa Indah, Bidadari, Kavling Selayang, Bidaayu, Perumnas, hingga Laguna.
Meskipun jadwal resmi mencantumkan durasi hanya tiga jam (10.00 – 13.00 WIB), fakta di lapangan menunjukkan listrik sudah padam sejak pukul 09.40 WIB dan baru kembali normal pada pukul 15.45 WIB. Durasi pemadaman hingga enam jam ini menuai kritik masyarakat, karena sangat merugikan aktivitas warga.
“Beberapa bulan terakhir ini listrik sangat sering padam. Selain mengganggu pekerjaan, alat elektronik kami juga rawan rusak akibat tegangan yang tidak stabil atau mati mendadak,” keluh Ardian, seorang warga Tanjung Piayu.
Humas PLN Batam, Furqon, mengatakan bahwa pemadaman terjadi karena adanya gangguan teknis di wilayah Mangsang, Duriangkang, dan Tanjung Piayu. Ia berdalih bahwa pemadaman tersebut berkaitan dengan agenda pemeliharaan yang telah diinfokan melalui website perusahaan.
“Ada pemeliharaan, jadwalnya kita informasikan di website,” ujarnya.
Berdasarkan catatan media, pemadaman ini bukan pertama kalinya terjadi. Pada 13 Januari 2026, listrik di beberapa wilayah yang sama padam selama 3,5 jam tanpa pemberitahuan. Begitu juga pada 7 Januari 2026, terjadi pemadaman mendadak hingga 6,5 jam. (*)






