BatamNesia.com – Perputaran uang dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mencapai Rp131 miliar. Saat ini, program tersebut telah melayani sekitar 52 persen dari total 516.149 penerima manfaat.
Berdasarkan data Badan Gizi Nasional (BGN) per 19 Oktober 2025, terdapat 131 dapur layanan atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sudah beroperasi di wilayah Kepri.
Hal tersebut diungkapkan oleh Koordinator Wilayah Kota Batam BGN, Defri Frenaldi, dalam Seminar Nasional bertema “Optimalisasi Program Makan Bergizi Gratis untuk Ketahanan Nasional” yang menjadi bagian dari Musyawarah Provinsi Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia (Musprov IARMI) Kepri di Kanpora Batam, Sabtu (25/10/2025).
“Satu SPPG dalam satu bulan mengelola anggaran Rp1 miliar. Ini bahkan melampaui Dana Desa yang satu tahun sebesar Rp1 miliar,” ujar Defri.
Perputaran Dana dan Dampak Ekonomi
Defri menjelaskan, dari total anggaran Rp131 miliar tersebut, 80 persen digunakan untuk belanja bahan makanan. Sementara 20 persen sisanya untuk biaya operasional, seperti listrik, air, alat tulis kantor, dan lainnya.
“Artinya, dari Rp131 miliar itu, sekitar Rp104 miliar berputar di ekonomi lokal melalui koperasi, perusahaan, Bumdes, dan penyedia bahan baku lainnya,” jelasnya.
Program MBG, jelas Defri, juga memiliki dampak besar terhadap penyerapan tenaga kerja di daerah.
Setiap dapur SPPG mempekerjakan 30 hingga 47 orang. Dengan 131 dapur aktif, saat ini sudah terdapat sekitar 3.935 tenaga kerja yang terserap di seluruh Kepri.
Selain itu, program MBG telah menjangkau 388.523 anak, atau sekitar 52 persen dari target penerima manfaat. Jumlah ini diperkirakan akan terus meningkat seiring dengan bertambahnya dapur layanan.
“Masih ada sekitar 48 persen yang belum terlayani. Artinya nanti kita akan punya sekitar 250 dapur SPPG di Kepri, dengan potensi dana yang berputar mencapai Rp250 miliar per bulan,” tutur Defri.
Fondasi Ketahanan Nasional
Lebih jauh, Defri menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis bukan sekadar kebijakan sosial, tetapi juga bagian dari strategi ketahanan nasional.
Menurutnya, ketahanan nasional bukan hanya tanggung jawab TNI, melainkan seluruh elemen bangsa dalam konsep Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Hankamrata).
“Ketahanan nasional bukan semata pertahanan militer, tetapi juga mencakup pertahanan non-militer, termasuk ketahanan gizi,” ujarnya.
Defri menilai, dengan gizi yang baik, masyarakat akan memiliki daya tahan fisik, mental, dan sosial yang lebih kuat dalam menghadapi berbagai tantangan—baik dari dalam maupun luar negeri.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto dalam pemerintahan 2024–2029. Program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam membangun bangsa dari fondasi paling dasar: kesehatan dan kesejahteraan rakyat. ***






